BANJIR MUSIMAN “PADA SIAPA MASYARAKAT MENGADU”

Pejarakan.desa.id – Banjir musiman yang setiap tahunnya melanda Desa Pejarakan sudah menjadi langganan di setiap tahunnya, khususnya di musim hujan. Di Tahun 2018 kali ini intensitas hujan yang turun di Desa Pejarakan sangatlah  besar, hampir setiap harinya turun hujan lebat. Hujan yang turun setiap hari dengan intensitas besar mengakibatkan banjir di Desa pejarakan, khususnya di Banjar Dinas Goris Asri, Banjar Dinas Banyuwedang, Banjar Dinas Sandi Kertha, dan Banjar Dinas Marga Garuda. yang paling parah kena dampak dari banjir di tahun 2018 kali ini adalah Banjar Dinas Goris Asri dan Banjar Dinas Banyuwedang.

Pemerintah Desa sudah mengupayakan berbagai cara untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan terjadi di musim hujan kali ini, namun itu semua tidak berpengaruh apapun di lapangan. Banjir yang paling parah terjadi di Jalan Raya utama seririt – Gilimanuk, sebelah timur toko Duta Harapan dan sebelah barat toko Maju Mapan Desa Pejarakan. Di saat hujan deras turun seperti di Hari Rabu, 07 Pebruari 2018 di Jalan Raya utama Seririt – Gilimanuk air yang melintas dari selatan jalan raya ke utara tingginya mencapai 1 meter dan panjang jalan raya terkena genangan air banjir mencapai 150 – 200 meter. hal tersebut mengakibatkan arus lalu lintas macet karena tidak berani untuk melintas di jalur tersebut, disamping debit air yang besar arus air pun sangat kuat. mobil mobil banyak yang memilih menunggu banjir surut dan pengendara sepeda motor lebih memilih mempergunakan jalan jalan pintas. karena debit air yang sangat besar, disaat tidak hujan pun air masih meluap ke jalan raya.

Penduduk Masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan banjir tersebut tidak dapat berbuat apa apa di saat hujan turun. mereka harus merelakan barang harta benda, rumahnya terendam banjir. belum ada solusi apa apa dari Kecamatan, Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Bali. Hari ini Jumat, 09 Pebruari 2018 dengan serentak Pemerintahan Desa Pejarakan bersama dengan Camat Gerokgak, Staff Kecamatan Gerokgak, Pihak Kepolisian, TNI, Limnas Pejarakan, 9 kelian Banjar Dinas se- Pejarakan, LPM, Tokoh Masyarakat Pejarakan dan masyarakat melakukan pembersihan lumpur dan tanah pasca banjir dan membersihkan drainase yang tersumbat di tempat terjadinya banjir. Harapan Kepala Desa Pejarakan dan masyarakat Pejarakan  agar Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Bali segera dapat ditindaklanjuti untuk perbaikan got dan Saluran Drainase yang sudah tertutupi dengan tanah dan memikirkan jalan keluar yang tidak merugikan banyak pihak melihat jalan yang terkena banjir adalah jalan Provinsi.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan