SOSIALISASI PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT

Pejarakan.desa.idSampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan dalam hal ini di Kawasan Taman Nasional Bali Barat. Menindak lanjuti  permasalahan sampah yang berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat khususnya di-seksi pengelolaan wilayah 3 Labuhan Lalang, Balai Taman Nasional Bali Barat menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi pengendalian dan pengelolaan sampah . Sampah yang biasanya ditemukan di Kawasan Taman Nasional Bali Barat adalah sampah organik dan non-organik, sampah organik yang biasanya ditemukan adalah sebagai berikut kertas, kardus, Kayu, dedaunan dan lainnya sedangkan sampah non-organik yang biasanya ditemukan adalah sebagai berikut tas plastik, stereo form, botol kaca, botol plastik, karung bekas, kaleng dan yang lainnya.

Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat Bapak Agus Ngurah Krisna menjelaskan sampah yang ada di kawasan Taman Nasional Bali Barat sangat banyak baik itu sampah organik maupun non-organik, sampah sampah yang ada tersebut adalah merupakan sampah yang dibawa pengunjung / wisatawan, sampah persembahyangan dan  sampah kiriman baik itu dari jawa maupun dari sungai sungai. Terbukti dengan sampah yang terkumpul dan diangkat di tahun 2017 mencapai kurang lebih 12 ton sampah dan 80 % nya adalah sampah yang didapat dari Pulau menjangan. Sampah yang terkumpul adalah sampah yang diambil oleh semua pihak yang ikut dalam pembersihan di Pulau Menjangan dan diserahkan ke Taman Nasional Bali Barat. Bapak Agus Ngurah Krisna juga menjelaskan tentang permasalahan yang sekarang dengan banyaknya sampah yang sudah terkumpul adalah belum adanya jalan keluar mau dibawa kemana sampah sampah tersebut, dibuat apa dan siapa yang akan mengelola sampah tersebut, karena apabila sampah terus tertimbun akan menyebabkan banyak masalah, menyebabkan berbagai macam penyakit dan dapat merusak ekosistem lingkungan.

Sosialisasi pengendalian dan pengelolaan sampah di Kawasan Taman Nasional Bali Barat hari Kamis, 18 januari 2017 pukul 09. 00 AM – selesai dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat, Kepala Seksi pengelolaan wilayah 3 Labuhan Lalang, Kepala Desa Sumberklampok, Kepala Desa Pejarakan, Bendesa Adat Sumberklampok, Bendesa Adat Pejarakan, Kepala Pos POl Air Teluk Terima, perwakilan The Menjangan Hotel, perwakilan PT. Disty Kumala Bahari, Pengempon Pura Banyuwedang, Pengempon Pura Labuhan Lalang, Pengempon Pura Klenting Sari, Pengempon Pura Gili Menjangan, Pengempon Pura Segara Giri, Pengempon Pura Pura Sakti, Pengempon Pura Pura Jaya Prana, Pengempon Pura Gili Kencana, Ketua Forum Pelaku Jasa Wisata Alam TNBB, Ketua Badan Pengelola Labuhan Lalang, Perwakilan Kelompok Nelayan Banyumandi, perwakilan Hotel Naya Gawana, perwakilan Pokdarwis Segara Indah, perwakilan NCV Putri menjangan, perwakilan LP3 Pejarakan, Yayasan Gunung Pahlengkong, Tokoh Masyarakat Sumberklmpok, tokoh masyarakat Pejarakan dan Mrs. Rosa Bjork.

Sosialisasi kali ini membahas tentang cara cara apa yang akan dilakukan bersama baik itu dari Taman Nasional Bali Barat maupun masyarakat dan Desa penyangga-nya yaitu Desa Sumberklampok dan Desa Pejarakan. Mrs. Rosa Bjork adalah Ketua yayasan Biosphere Fondation Waste Management yang sangat peduli dengan Pulau Menjangan dan Taman Nasional Bali Barat. Beliau juga yang akan mengelola sampah yang sudah terkumpul dan tempat pengumpulan sementara nya di sebelah timur pelabuhan Lalang. Disitu sampah akan di pilah pilah dari sampah organik atau pun non-organik, setelah itu sampah sampah tersebut akan di bawa lagi ke Gilimanuk yang menjadi tempat penampungan sampah dan pengolahan nya. Tidak hanya orang luar yang terlibat Bapak Ketut Bobby dari Desa Pejarakan selaku Pemilik House of Hobbit dan Yayasan Gunung Pahlengkong akan memberikan kontribusi-nya dengan menyediakan truk dan driver untuk mengangkut sampah sampah tersebut. Di harapkan dengan kesadaran semua pihak dapat mengurangi volume sampah yang ada di Kawasan Taman Nasional pada umumnya dan Pulau Menjangan pada khususnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan