REVISI ZONA PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT (TNBB)

Pejarakan.desa.idTaman Nasional Bali Barat (TNBB) adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi. Ekosistem di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat dapat dibilang lengkap dan unik karena merupakan perpaduan dua ekosistem, yaitu darat dan laut. Ekosistem darat meliputi ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, evergreen, savana, dan ekosistem river rain forest. Sedangkan tipe ekosistem laut meliputi ekosistem coral reef, padang lamun, pantai berpasir, perairan laut dangkal dan perairan laut dalam. Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli dan merupakan habitat terakhir bagi burung jalak bali. Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati laut seperti terumbu karang dan biota laut, memiliki vegetasi mangrove, hutan rawa payau, savana, serta hutan musim.

Hal yang istimewa dari Taman Nasional Bali Barat adalah menjadi rumah terakhir bagi jalak bali (Leucopsar rothchildi). Hewan cantik ini berkumpul di Semenanjung Prapat Agung, tepatnya Teluk Brumbun dan Teluk Kelor. Burung ini merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali serta dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. Penampilan burung ini sangat indah dan salah satu burung yang paling diminati pecinta burung hias. Dalam Rangka penyusunan rancangan Revisi Zona Pengelolaan Taman Nasional Bali Barat maka Hari kamis dan Jumat, 28- 29 Desember 2017 (2 hari) diadakannya Rapat Konsultasi Publik dalam Rangka Revisi ZONA Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Bali Barat di Aula Balai Taman Nasional Bali Barat yang di buka Oleh Bapak Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan