UPACARA NANGLUK MRANA (MERANA) DI DESA PEJARAKAN

Pakeleman

Upacara Nangluk Mrana (merana) tergolong dalam jenis Upacara Bhuta Yadnya  dengan tujuan pelaksanaan upacara Nangluk Merana  oleh  Umat Hindu di Bali yaitu pada umumnya untuk memohon keselamatan Bali agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif, terutama sejumlah bencana yang terjadi selama ini di Nusantara dan Upacara Nangluk Mrana (merana) adalah Upacara Yadnya yang dilaksanakan sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa agar berkenan membentengi atau mengendalikan gangguan – gangguan yang dapat membawa kehancuran atau penyakit pada tanaman, hewan maupun manusia sehingga tidak membahayakan lagi. Asal katanya disebutkan Nangluk Mrana berasal dari kata bahasa Bali yang kemungkinan juga mendapat pengaruh Bahasa Sansekerta.“Nangluk”  berarti empangan, tanggul, pagar, atau penghalang dan “mrana”  berarti hama atau bala penyakit. Mrana adalah istilah yang umum dipakai untuk menyebut jenis-jenis penyakit  yang merusak  tanaman.

Pelaksanaan Upacara Nangkluk Merana yang dilakukan masyarakat ini telah ada sejak zaman Rsi Markandya. Upacara Nangluk Merana biasanya dilaksanakan pada sasih kanem oleh umat Hindu di Bali. Kenapa pada sasih kanem? Secara faktual, Sasih Kanem merupakan musim pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hujan yang turun pada Sasih Kanem lebih lebat dari pada hujan saat Sasih Kalima. Musim pancaroba tentu saja berdampak pada kondisi alam dan merebaknya aneka penyakit atau pun hama. Sehingga dengan adanya Upacara Nagluk Merana inilah diharapkan dapat memberikan keselamatan lahir dan batin, di samping itu tujuan ritual ini juga untuk memohon berkah kesuburan.

Hari Senin Tanggal 18 Desember 2017 bertepatan dengan Rahina Tilem Sasih kanem dilakukannya Upacara Nangluk Merana di Penyebrangan Banyumandi Desa Pejarakan. Upacara Nangluk Merana ini dilakukan untuk yang pertama kalinya di Desa Pejarakan dengan harapan untuk memohon keselamatan Masyarakat Desa Pejarakan (Bali) pada Khususnya dan Seluruh Masyarakat Indonesia pada umumnya agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif, terutama sejumlah bencana yang terjadi selama ini di Nusantara dan diharapkan dengan pelaksanaan Upacara Nangluk Merana ini juga dapat mengendalikan gangguan – gangguan yang dapat membawa kehancuran bagi Manusia / Masyarakat, tanaman petani, hewan dan lain lain baik itu Diskala maupun Niskala. Upacara Nangluk Merana yang dilakukan pertama kalinya di Desa Pejarakan ini dihadiri oleh Camat Gerokgak Bapak Putu Ariadi Pribadi, S.STP, M. AP, Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Gerokgak, Kelian Desa Pakraman Pejarakan Bapak Putu Suastika, Kepala Desa / Perbekel Desa Pejarakan Bapak I Made Astawa, Bendesa Adat Sangalangit, Seluruh Kelian Banjar Dinas Pejarakan, MKD, Banjar – Banjar Adat Desa Pejarakan dan dihadiri oleh kurang lebih 1000 orang masyarakat Desa Pejarakan. Persiapan Upacara Nangluk Merana di Desa Pejarakan ini dimulai dari pagi hari sampai sore hari sampai pelaksanaan mapekelem di laut.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan