SAPI BALI MENJADI INCARAN KONSUMEN

Sapi Bali (Bos Javanicus, Bos Sondaicus) adalah sapi asli Indonesia keturunan banteng liar yang pertama kali di domestikasi di pulau Bali, sehingga dinamakan sapi Bali. Sapi Bali merupakan ternak sapi potong yang ideal ditinjau dari aspek produksi daging yang disenangi konsumen karena kadar lemaknya yang rendah (lean meat), aspek reproduksi yang sangat baik karena kesuburan yang tinggi berkisar 83 % dan tahan hidup serta berkembang biak secara cepat dalam berbagai kondisi, baik di lahan basah maupun di lahan kering tropis seperti di Indonesia.

Sapi Bali yang merupakan salah satu plasma nuftah yang dimiliki oleh Indonesia khususnya Bali perlu dilestarikan keberadaannya.Berdasarkan karakteristik yang sangat menguntungkan yang dimiliki sapi bali, telah menjadi primadona dalam pengembangbiakan sapi secara nasional. Seiring peningkatan jumlah penduduk dan semakin sadarnya masyarakat akan arti penting protein hewani untuk kesehatan dan kecerdasan maka kebutuhan permintaan daging sapi menjadi meningkat, sementara laju peningkatan populasi ternak sapi didalam negeri sebagai bahan baku produksi daging tidak dapat mengimbangi laju permintaan sehingga ketersediaan daging dalam negeri mengalami kekurangan.

Di Desa Pejarakan kebanyakan masyarakatnya bekerja di bidang peternakan sekaligus pertanian, peternakan yang sangat berkembang pesat di Desa Pejarakan adalah beternak sapi bali, baik itu sapi yang dipelihara untuk dipotong dan ada juga sapi yang dipelihara untuk di kembang biakan. Masyarakat biasanya menjual ternaknya setiap setahun sekali, setiap hari hari raya besar keagamaan (Idul fitri dan Idul Adha). Karena masih banyaknya lahan lahan untuk mencari pakan ternak menyebabkan banyak nya masyarakat yang memelihara sapi bali lebih dari pada 2 ekor per orang dan diharapkan perkembangan sapi bali bisa membaik secara tidak langsung bisa mengatasi permintaan sapi dari luar daerah pulau Bali.

Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat perkembangan biakan sapi bali khususnya di wilayah Desa Pejarakan, karena potensi yang sangat bagus untuk peternakan sapi bali.  Ciri – ciri sapi Bali betina produktif adalah memiliki ciri ciri khas sapi bali yaitu warna bulu merah bata, bagian lutut kebawah, pantat, bulu telinga dan bibir bawah berwarna putih, bulu ekor berwarna hitam, tidak ada kelainan warna seperti panjut, suku bang dan injin, bebas dari cacat dan tidak majir dan berdasarkan pemeriksaan eksplorasi rektal.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan