MEMILIH DAGING ASUH

Daging adalah bagian dari tubuh hewan yakni otot yang disembelih yang aman dan layak dikonsumsi manusia. Daging merupakan bahan pangan bermutu tinggi, mengandung berbagai zat gizi dalam perbandingan yang serasi. Zat gizi yang terdapat didalam daging terutama adalah protein, lemak dan beberapa jenis mineral atau kalsium, fosfor dan zat besi. Kelengkapan zat gizi yang terdapat didalam daging ini menyebabkan daging dibutuhkan oleh mahluk hidup termasuk berbagai jenis kuman untuk pertumbuhan dan perkembangannya, sehingga daging mudah tercemar dan mudah rusak. Daging yang sudah rusak , tidak lagi menjadi bahan pangan yang menyehatkan, tetapi menjadi sumber penyakit yang mengganggu kesehatan para konsumen nya.

Daging yang biasa di konsumsi masyarakat dihasilkan oleh berbagai jenis hewan atau ternak seperti sapi, kerbau, kambing, babi, ayam, itik. Daging dari setiap jenis hewan tersebut mempunyai ciri –ciri tersendiri sehingga dapat dibedakan satu jenis dengan satu jenis lainnya. Guna memenuhi jaminan keamanan pangan produk daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) dalam rangka mewujudkan kesehatan dan ketenteraman batin masyarakat diperlukan sarana dan fasilitas yang memenuhi persyaratan Higiene dan sanitasi mulai dari pemeliharaan sampai penyajian. Daging yang memenuhi kriteria ASUH adalah sebagai berikut, AMAN yaitu tidak mengandung bahaya biologis, kimia, dan fisik yang dapat menyebabkan penyakit serta mengganggu kesehatan manusia, SEHAT  yaitu memiliki zat zat yang dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh, UTUH yaitu tidak dicampur  dengan bagian lain dari hewan  tersebut atau bagian dari hewan lain dan HALAL seperti dipotong dan ditangani sesuai dengan Syariat agama Islam.

Membeli daging segar di tempat penjualan daging atau pasar dapat mempergunakan  cara cara memilih daging ASUH seperti memilih daging yang warnanya masih merah segar, sesuai dengan jenis dagingnya. Hindari memilih daging yang warnanya sudah berubah, memilih daging yang beraroma segar, tidak anyir atau busuk, memilih daging yang kenyal alami, caranya tekan sebentar daging dengan telunjuk lalu lepaskan, daging yang baik akan segera kembali ke posisi semula kecuali daging yang sudah dies-kan dan hindari daging yang sudah lengket.

Daging yang sudah mengalami kerusakan  dan tidak sehat untuk dikonsumsi akan menyebabkan  gangguan kesehatan berupa keracunan, diare atau menceret, tertular penyakit seperti tifus, kolera, disentri,  dan cacing pita. Kerusakan daging dapat diperlambat dengan cara penanganan daging bersih dan higienis serta penyimpanan di suhu dingin atau beku.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan