Potensi Desa

POTENSI DESA PEJARAKAN
Beberapa potensi desa yang dapat dijadikan modal dasar pembangunan di desa. Pejarakan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang adalah sebagai berikut :
Sumber daya alam, lahan/tanah pertanian yang cukup luas, sumber daya air, pantai dan sumber daya kelautan yang memadai. Sumber daya manusia, jumlah penduduk yang cukup banyak dengan usia produktif yang terdidik dan trampil.
Sarana Prasarana yang telah ada seperti jalan desa, jalan dusun, jalan usaha tani dan ternak, gedung sekolah, Bumdes, posyandu, polindes, TK, dan Puskesmas
Sarana produksi pertanian dan sarana industri rumah tangga seperti pengolahan hasil panen , mesin pengolah kayu, bengkel, pasar desa, Kursus Menjahit.
Letak geografis yang strategis, budaya dan ladang terhampar luas sehingga menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata.
Sarana dan prasarana pasar yang telah ada sangat potensial untuk dikembangkan
Budi Daya tambak udang yang telah ada sangat potensial untuk ditingkatkan pengoelolaannya

Sarana produksi industri garam yang sangat potensial perlu di kembangkan.

MASALAH POTENSI

Masalah yang dihadapi dalam pengelolaan potensi yang terdapat di desa Pejarakan yaitu :
Potensi sumber daya alam belum dapat di manfaatkan secara optimal karena keterbatasan informasi, ketrampilan, dan sarana pendukung dan belum didata secara lengkap
Dalam pengembangan sumberdaya manusia terbatas pada sarana yang sudah tidak memadai baik gedung, maupun sarana pendukung lainnya dan khususnya untuk pendidikan usia dini baik gedung maupun tenaga pengajar masih sangat terbatas, pendidikan luar sekolah sepeti pelatihan, dan kerampilan masih belum mendapat akses yang memadai termasuk kurangnya informasi dan bantuan teknologi tepat gunaSarana prasarana yang mendukung peningkatan kesejahtraan masyarakat tidak maksimal akibat dari keterbatasan pengelolaan seperti banyak jalan tanah untuk ke Banjar – banjar Dinas dan sentra produksi pertanian dan perkebunan sehingga menimbulkan produksi biaya tinggi dan pelayanan kesehatan yang rendah

Terbatasnya pemasaran, akses modal, dan jarangnya infestasi untuk kegiatan pertanian dan industeri kecil, kwalitas dan banyak tenaga yang tidak trampil bergerak di sektor ini
Belum optimalnya pengelolaan kebudayaan dan seni tradisional  seperti senitari sakral, sekehe santi, seke genjek, sekee Joged, sekee Deg-deg, kuda lumping, dll
Belum optimalnya pengelolaan pasar sehingga para pedagang kurang trampil dalam pemasaran hasil-hasil bumi yang ada
Terbatasnya modal bagi para petani tambak sehingga pengelolaannya kurang maksimal serta tenaga terampil kurang bergerak dalam sektor ini.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan